Hati Sang pengembara

Pagi masih begitu gelap ,. sang rembulanpun masih nampak di langit ,..,.
Kakipun rasanya sudah tak sabar untuk segera pergi melangkah ,..
Melanjutkan sang tujuan hati ,..
 

Tiupan angin pagi yang begitu dingin dirasa , menyentuh tubuh
Suara kicauan burung merdu terdengar,..
Langkah kaki sang petani begitu kompak melangkah ke ladang, ringan tanpa beban

Hatipun bertanya : Bahagian rasanya jika seperti mereka
Pagi-pagi begitu bangun sudah di temani secangkir kopi dan pisang goreng
Yang di buat oleh tangan sang penyejuk hati

Sambil tertawa – tawa kecil di pagi hari walau kehidupan cukup sederhana
Kaki inipun berhenti sejenak melihat indahnya pancaran matahari pagi yang sudah mulai muncul dari ujung timur
Sambil tersenyum , dalam hati berkata ,..

Apa yang hati ini cari ,..
Apa yang hati ini sudah dapatkan, ,..
Apa yang hati inginkan ,..
Hati inipun begitu bergejolak , ingin rasanya berhenti melangkah ,.
Tapi hati ini terus saja berkata , jangan , teruskan melangkah ke depan
Jemputlah harapan ,..Meraih impian
Hati inipun tenang , pengembaraanpun akan  berakhir dengan bahagia ,…

One thought on “Hati Sang pengembara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s